Sabtu, 15 Oktober 2011

Nikmatnya Bersedekah

Malam ini hening , entah kenapa saya merasakan suasana malam di sini menjadi sangat berbeda .
jalanan yang biasanya ramai di malam minggu , kini terasa sepi .
bising suara riuh kendaraan yang lalu lalang masih kalah dengan suara angin dan kicauan jangkrik .
Aku terdiam dan berfikir
  
          bisu…
kasak kusuk daun memecahkan keheningan itu
hembusan angin mematahkan diamnya malam ,
"ada apa dengan hening malam ini ?" . kenapa tidak bersahabat denganku ? "
     sebuah pandangan miris terlintas saat melewati sebuah lorong sempit , sunyi sepi dari lalu lalang orang yang melintas . seorang tua renta . dengan kacamata hitam sedang berdiri menunggu hamba baik hati memberinya sedekah . orang buta yang tampak rapuh dan tidak bertenaga itu . bertahan dengan menyenderkan badannya ke dinding kusam dan bertumpu dengan sebuah tongkat yang setia menemaninya kemanapun ia melangkah .
    wanita berpakaian minim , dengan make-up tebal , sepatu high heels , tas membuat wanita ini terlihat elegan .
Dengan senyuman ikhals dia menatap ke arah orang tua buta tadi yang setia ditempatnya berdiri .
sebungkus roti dan beberapa lembaran uang itu diberikan dengan ramah.
Berjalan meninggalkan tanpa menatap lagi kebelakang .
Sungguh mulia orang itu ,
dia melangkah ke taman , disana telah

menunggu beberapa orang sahabatnya yang berpakaian serupa , dan beberapa oranga lelaki disana sambil berpelukan . ternyata wanita baik hati tadi adalah seorang tuna susila .
sungguh saya pun masih sangat bingung dengan wanita tadi , dibalik pekerjaan yang tidak layak dan dilarang , dia masih menyempatkan sedikit waktu untuk bersedekah .
ya saya mengerti , bahkan dalam pandangan saya dia adalah sosok yang baik . dia merelakan tubuhnya dan dengan tenaga , keringatnya untuk mendapatkan uang . sungguh sangat berbeda dengan oang yang mencuri hak orang lain . dan orang yang merampas hak orang lain "ah itu sama saja"
dari sudut kota ini saya menulis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar